Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan rumah bagi populasi muda yang melek teknologi, negara ini siap menuai manfaat signifikan dari AI. AI dapat membantu mempercepat transformasi digital Indonesia: memudahkan negara ini untuk mengatasi kesenjangan keterampilan, meningkatkan produktivitas, dan menaiki rantai nilai. Dalam penelitian kami, kami menemukan bahwa masyarakat Indonesia sudah menjadi salah satu pengadopsi AI yang paling antusias.
Kecerdasan Buatan (AI) mencakup sistem komputasi yang dirancang untuk meniru atau melampaui kemampuan kognitif manusia, termasuk persepsi, penalaran, pembelajaran, pengambilan keputusan, dan beradaptasi secara otonom terhadap konteks baru. Dalam beberapa tahun terakhir, kemampuan sistem AI telah mengalami peningkatan pesat, didorong oleh algoritma yang lebih baik, cip pemrosesan paralel yang lebih cepat, dan pelatihan dengan jumlah data yang semakin besar.
Setiap beberapa dekade, teknologi serbaguna baru telah membantu menggerakkan tahap perkembangan ekonomi dunia berikutnya. Pada tahun 2019, para peneliti di Google menciptakan model transformer, yang akhirnya mempermudah penskalaan model AI dan memulai gelombang inovasi terkini dalam AI yang kita lihat. Di seluruh negara Asia Tenggara seperti Indonesia, dengan populasi muda yang juga mengutamakan perangkat seluler, kami telah melihat tingkat adopsi yang tinggi, yang menyiapkan landasan untuk dampak ekonomi yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang saat aplikasi AI mencapai kematangan. Namun, untuk memaksimalkan peluang AI-nya, Indonesia perlu mengatasi kesenjangan infrastruktur dan keterampilan.
Bagaimana AI akan mengatasi tantangan pertumbuhan paling mendesak di Indonesia, dan mendukung industri-industri utama
Tantangan potensial yang timbul dari AI, termasuk kekhawatiran terbesar orang Indonesia dan cara mengembangkan AI secara bertanggung jawab
Hambatan mana yang harus diprioritaskan oleh para pembuat kebijakan untuk diatasi guna memanfaatkan peluang AI
Bagaimana AI dapat mendukung transformasi digital di sektor publik
AI adalah Teknologi Tujuan Umum. Artinya, selain kemungkinan besar memiliki contoh penggunaan di sebagian besar sektor dan jenis pekerjaan, AI juga dapat membantu mempercepat proses pertumbuhannya. Seiring waktu, kami memperkirakan bahwa dampaknya akan terus meluas. Dalam laporan ini, kami membahas keempat jenis pertumbuhan berikut dan bagaimana keempatnya dapat membantu mengatasi tantangan pertumbuhan Indonesia:
Dalam jangka pendek, AI dapat membantu pekerja menyelesaikan tugas sehari-hari mereka. Goldman Sachs memperkirakan bahwa AI dapat menciptakan sekitar 7% dari PDB dunia dalam nilai ekonomi selama satu dekade melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja. Di Indonesia, kami memperkirakan bahwa produktivitas tenaga kerja yang didukung AI dapat menciptakan nilai sebesar Rp 1.800 triliun (US$110 miliar).
Seiring berjalannya waktu, AI akan memungkinkan bisnis untuk mendesain ulang proses bisnis dan cara kerjanya: membuat bisnis lebih proaktif, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan efisiensi. Hal ini dapat melipatgandakan lagi nilai total yang diciptakan oleh AI. Tahun lalu, misalnya, Access Partnership1 mengamati berbagai contoh penggunaan AI dan memperkirakan bahwa AI dapat menciptakan lebih dari Rp 2.600 triliun (US$160 miliar) manfaat ekonomi bagi bisnis.
Jika Anda mengingat kembali penemuan Internet, hal yang membuatnya benar-benar transformatif bukan hanya bagaimana internet meningkatkan efisiensi dalam peran yang sudah ada—tetapi bagaimana internet memungkinkan jenis produk dan layanan yang sepenuhnya baru, mulai dari Google hingga Amazon dan eBay. Seperti yang dinyatakan oleh Kepala Ekonom Google, Fabien Curto Millet dalam sebuah artikel baru-baru ini, AI kemungkinan2 dapat membuka pasar-pasar yang belum tergarap: membantu memenuhi kebutuhan yang saat ini belum terpenuhi, dan memungkinkan generasi baru perusahaan rintisan menemukan pasar khusus.
Sebagaimana penemuan mesin uap memungkinkan produksi massal secara mekanis, menggerakkan transportasi yang lebih cepat dan lebih efisien, dan membuka jalan baru bagi pertumbuhan ekonomi selama Revolusi Industri, AI dapat bertindak sebagai katalis baru bagi transformasi sosial dan ekonomi yang lebih luas. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, AI dapat membantu meningkatkan basis keterampilan dan meningkatkan efektivitas lembaga ekonomi, sehingga mendukung pertumbuhan untuk mengejar ketertinggalan dan melakukan lompatan kemajuan. Dalam penelitian kami, kami menemukan bahwa transformasi digital dapat menjadi pendorong yang kuat bagi pertumbuhan yang mengejar ketertinggalan, lebih dari dua kali lipat potensi keseluruhan dari AI untuk Indonesia.
Selama beberapa dekade, Indonesia berisiko jatuh ke dalam perangkap pendapatan menengah (middle income trap). Meskipun perekonomian telah tumbuh secara stabil, Indonesia masih belum mencapai tingkat lepas landas yang memungkinkannya mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju lainnya. Dan meskipun memiliki potensi ekonomi yang kuat, Indonesia terhambat oleh tiga tantangan utama, yang masing-masing dapat diatasi dengan bantuan AI.
Dengan Indeks Modal Manusia yang hanya sebesar 0,54, Indonesia tertinggal dari negara-negara pemimpin regional seperti Singapura (0,88). Capaian pendidikan dalam bidang membaca, matematika, dan sains masih di bawah rata-rata global.3
Dalam pemodelan kami, kami menemukan bahwa potensi peningkatan keterampilan dari AI dapat meningkatkan produktivitas pekerja rata-rata lebih dari Rp 44 juta (US$2.700) per tahun.
Sebagian besar tenaga kerja Indonesia masih bekerja di sektor pertanian informal, sementara pangsa ekonomi yang ditopang oleh manufaktur bernilai tinggi telah menurun.
Perusahaan unicorn Indonesia seperti GoTo dan Tokopedia, yang dibangun berdasarkan revolusi digital sebelumnya, telah mengumumkan investasi signifikan dalam AI.4
Regulasi yang memberatkan, hambatan persaingan, dan kurangnya transparansi telah memperlambat kemajuan di sektor publik dan swasta.
Pada bagian terakhir laporan ini, kami membahas secara mendalam potensi AI bagi sektor publik di Indonesia.
AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi mayoritas warga negara Indonesia. Lebih dari separuh orang Indonesia yang kami survei (63%) memberi tahu kami bahwa mereka kini menggunakan alat AI setidaknya seminggu sekali dalam kehidupan pribadi mereka, dan lebih dari dua pertiga menggunakannya di tempat kerja (71%). Jika hanya melihat platform seluler, data dari SensorTower menunjukkan bahwa Indonesia memiliki jumlah pengguna alat AI tertinggi kedua di dunia, tepat di belakang India.
Selama lebih dari satu dekade, Google telah berinvestasi dalam AI untuk memajukan misinya dalam mengatur informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan berguna secara universal. Mulai dari teknik pemahaman bahasa utama, hingga arsitektur Transformer yang mendasari revolusi AI generatif saat ini, para peneliti Google telah berperan dalam sejumlah besar terobosan AI yang signifikan.
Saat ini, Google memperluas akses ke AI bagi miliaran orang di Asia Pasifik melalui berbagai produk seperti Maps, Search, Android, Gemini, dan NotebookLM sekaligus membantu bisnis menjadi lebih produktif dan terhubung dengan pelanggan baru.
Nilai ini terus bertambah. Secara total, kami memperkirakan produk dan layanan Google memberi keuntungan setidaknya Rp 88 triliun (US$5,4 miliar) untuk kegiatan ekonomi di Indonesia pada tahun 2024.
Google bertindak sebagai katalis ekonomi yang penting: menghubungkan bisnis dengan pelanggan di seluruh dunia, meningkatkan produktivitas bisnis, dan memberi platform baru bagi para kreator dan developer Indonesia yang dapat mereka gunakan untuk menjangkau dunia.
Dengan menggabungkan dampak potensial AI terhadap produktivitas tenaga kerja dengan sektor-sektor terpenting di Indonesia secara ekonomi, kami menemukan lima sektor dengan potensi AI terbesar adalah ritel dan grosir, manufaktur, keuangan dan asuransi, pertambangan dan penggalian, serta sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). AI dapat menjadi akselerator yang signifikan bagi sektor ritel online Indonesia yang sudah kuat dan membantu meningkatkan produktivitas di bidang manufaktur secara signifikan – tetapi itu tidak berarti bahwa AI tidak dapat membantu di sektor lain, seperti pertanian.
AI dapat membantu mewujudkan pertanian presisi, deteksi hama lebih dini, dan penggunaan air yang lebih cerdas. Program percontohan di Jawa dan Sumatra menunjukkan pertanian cerdas yang didukung AI dapat meningkatkan produktivitas tanaman sekitar 20%
AI dapat membantu perusahaan di sektor manufaktur mengoptimalkan rantai pasokannya, mengurangi waktu henti, dan meminimalkan cacat produksi.
AI memiliki banyak kegunaan di sektor ritel dan ekonomi gig, termasuk membantu prakiraan permintaan, penetapan harga dinamis, pencocokan pekerjaan, iklan yang dipersonalisasi, dan dukungan pelanggan.
Kami memperkirakan bahwa AI dapat membantu meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Indonesia sebesar Rp 89 triliun (US$5,5 miliar), atau sekitar 3% dari total nilai ekonomi sektor tersebut.
Secara total, kami memperkirakan bahwa AI dapat membantu mengembangkan sektor manufaktur di Indonesia sebesar Rp 570 triliun (US$35 miliar).
Secara total, kami memperkirakan bahwa AI dapat membantu meningkatkan produktivitas perusahaan di sektor ritel online dan ekonomi gig di Indonesia sebesar Rp 230 triliun (US$14 miliar), atau sekitar 16%.