Mentransformasi sektor publik Indonesia.

Bagi negara seperti Indonesia yang tengah menghadapi kendala fiskal, adopsi AI merupakan kunci untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan responsivitas pemerintah, yang memberi nilai lebih besar dengan sumber daya yang tersedia.

.1.2.3.4.5.6.7.8.9.10.11.12

AI dapat membantu transformasi digital sektor publik.

Tantangan

Solusi AI

Sumber daya fiskal yang terbatas.

Indonesia memiliki salah satu rasio pajak terhadap PDB terendah di kawasan Asia Pasifik, dan tidak seperti di banyak negara lain, rasio ini terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Membantu meningkatkan produktivitas pekerja sektor publik.

AI dapat membantu mengambil alih atau mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas administratif. Misalnya, sebuah studi13 menemukan bahwa penggunaan alat AI generatif dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas menulis hingga 40%, sekaligus meningkatkan kualitasnya hingga 18%.

Memastikan akses universal.

Daerah pedesaan, khususnya, di Indonesia telah berjuang dengan rendahnya rasio dokter-pasien dan guru-murid.

Membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan yang muncul lebih awal, dan mendukung siswa yang tidak memiliki akses ke pendidikan yang memadai.

AI dapat membantu mendiagnosis dan menandai pasien yang perlu ke dokter, dan membantu siswa di mana pun mereka tinggal dengan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing.

Meningkatkan efisiensi sektor publik.

Pada saat yang sama, tata kelola publik negara ini kesulitan menghadapi kompleksitas birokrasi dan regulasi yang memberatkan, dan pemerintahan saat ini berjanji untuk berupaya lebih keras untuk meningkatkan transparansi.

Meningkatkan efisiensi, kepatuhan, dan transparansi.

AI dapat secara otomatis memantau, menandai penyimpangan, dan memfasilitasi komunikasi antara berbagai bagian sektor publik dan swasta. Selama lima tahun mendatang, lembaga pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara di Indonesia dapat memperoleh manfaat kumulatif sebesar Rp 26 triliun (US$ 1,7 miliar) dalam peningkatan efisiensi dan penghematan biaya melalui penerapan platform dan alat AI tingkat perusahaan.

Secara keseluruhan, kami memperkirakan bahwa AI dapat membantu meningkatkan produktivitas di sektor publik di Indonesia hingga lebih dari

0 %

AI dapat menghemat waktu bagi pekerja sektor publik.

Pekerja sektor publik Indonesia memiliki pandangan yang sangat positif terhadap peran AI dalam layanan publik. 9 dari 10 pekerja sektor publik Indonesia memberi tahu kami bahwa mereka beranggapan perluasan penggunaan AI akan berdampak positif pada negara mereka, dan bahwa perangkat AI akan menjadi penting bagi sektor publik selama dekade berikutnya.

0 %

dari pekerja sektor publik berpikir AI akan membantu mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mengisi dokumen-dokumen dasar.

0 %

dari pekerja sektor publik berpikir bahwa AI akan melengkapi peran yang ada, yang memungkinkan karyawan untuk dipindah ke tugas lain.

0 %

dari pekerja sektor publik tertarik mengikuti pelatihan untuk membantu mereka menggunakan perangkat AI.

Pada tahun 2030, kami memperkirakan bahwa kemajuan dalam AI dapat menghemat waktu pekerja publik di Indonesia lebih dari 60 jam setahun melalui otomatisasi tugas administratif.

AI dapat mempermudah penanganan kondisi kesehatan yang muncul lebih awal.

Antara tahun 2000 dan 2020, harapan hidup di Indonesia meningkat dari 66 menjadi 72 tahun, sementara angka kematian balita berkurang lebih dari setengahnya. Lebih dari 90% populasi kini terlindungi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan porsi pengeluaran langsung telah menurun dengan cepat.

Namun, masih ada masalah yang signifikan dari tantangan gabungan negara ini berupa tingginya angka penyakit menular bersamaan dengan meningkatnya angka penyakit kronis, dan kekurangan tenaga kesehatan di daerah pedesaan. Rasio dokter terhadap pasien masih jauh di bawah tingkat yang direkomendasikan WHO. Lebih dari 70% kasus kanker baru hanya teridentifikasi pada stadium lanjut, yang menyebabkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah.

AI memiliki banyak potensi penggunaan dalam kasus kesehatan:

Memberi pendapat kedua kepada dokter, atau menandai kasus yang mendesak.

Chatbot bertenaga AI dapat mengajukan pertanyaan dasar untuk menilai gejala dan memilah pasien yang perlu segera bertemu dokter. Hal ini dapat sangat membantu di daerah pedesaan yang tidak memiliki dokter di lokasi. 67% warga Indonesia yang kami survei mendukung penggunaan AI untuk membantu mendeteksi dan mendiagnosis penyakit pada pasien.

Melakukan pemindaian dan uji diagnostik.

AI dapat membantu menginterpretasi pemindaian pencitraan dan radiologi, atau menganalisis kembali hasil pengujian. Di Indonesia, alat-alat tersebut telah diuji coba untuk membantu mendeteksi kelainan dada, sementara itu Google Research tengah menjajaki penggunaan AI secara global untuk membantu mengidentifikasi penyakit termasuk tuberkulosis, kanker paru-paru, dan anemia.

Menggunakan data dari perangkat yang dapat dikenakan (wearable) untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan yang muncul saat kondisi tersebut masih dapat diobati.

Misalnya, di Indonesia, kami memperkirakan bahwa AI dapat membantu menyelamatkan 28.000 jiwa melalui deteksi dini kondisi kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, atau hiperlipidemia.

Membantu memperingatkan munculnya wabah kesehatan masyarakat.

Misalnya, di Indonesia, ExplainDengue menggunakan AI untuk membantu mengintegrasikan berbagai kumpulan data dan memprediksi dengan lebih baik tempat wabah demam berdarah dapat terjadi.

Google Cloud

mendukung transformasi kesehatan digital di Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperluas kerja samanya dengan Google Cloud untuk mendukung pengembangan inovasi AI Generatif yang dikhususkan untuk bidang kesehatan, sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam cetak biru pemerintah Indonesia untuk transformasi kesehatan digital dan inisiatif Visi Digital Indonesia 2045.

Sejak kolaborasi antara kedua organisasi ini dimulai pada tahun 2022, Google Cloud telah menciptakan lingkungan yang aman dan terlindungi untuk menguji inovasi gen AI tingkat perusahaan dan yang disesuaikan secara medis, sehingga memungkinkan inovasi tersebut disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan masyarakat Indonesia.

“Di Kementerian Kesehatan, kami berkomitmen untuk menyediakan akses informasi kesehatan bagi setiap individu, menyederhanakan sistem bagi para profesional kesehatan agar mereka dapat berfokus pada perawatan pasien, dan memperkuat ekosistem kesehatan melalui inovasi yang bertanggung jawab. Seiring upaya kami untuk memajukan adopsi AI, menyeimbangkan inovasi dengan pertimbangan etika sangat penting untuk mencapai keberhasilan. Dengan mematuhi prinsip dan praktik AI yang bertanggung jawab, kami dapat memastikan bahwa kami memanfaatkan potensi AI sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat. Kami berterima kasih kepada Google Cloud karena telah menyediakan lingkungan pengujian yang aman untuk inovasi AI di bidang kesehatan, dan berharap dapat mengeksplorasi lebih lanjut penerapan teknologi ini untuk memberdayakan kehidupan yang lebih sehat dan lebih memuaskan di seluruh Indonesia.”

Setiaji

Kolaborasi terbaru ini merupakan bagian dari tujuan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan akses, pengalaman, dan hasil layanan kesehatan bagi setiap individu di Indonesia, dan melengkapi upaya berkelanjutan dengan Google Cloud untuk meningkatkan proses di sektor kesehatan di Indonesia.

“Gen AI berpotensi mengubah layanan kesehatan, tetapi memilih solusi yang tepat sangatlah penting. Seiring Google Cloud menghadirkan kemajuan AI baru ke produk kami, kami memiliki dua komitmen: menyediakan kemampuan bantuan yang canggih, dan memastikan teknologi kami mencakup perlindungan yang tepat bagi organisasi, penggunanya, dan masyarakat. Kolaborasi kami dengan Kementerian Kesehatan sangat penting bagi pertumbuhan solusi Gen AI yang aman dan terjamin di sektor kesehatan Indonesia, membuka jalan bagi akses sesuai permintaan ke informasi kesehatan dan diagnosis atau rencana perawatan yang lebih tepat sambil menjaga privasi dan keamanan data pasien.”

Fanly Tanto

Country Director, Indonesia, Google Cloud

Tutor AI dapat membantu mendukung siswa yang tidak memiliki akses ke pendidikan yang memadai.

Selama dua puluh tahun terakhir, Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam memperluas cakupan sistem pendidikannya, dengan hampir semua anak kini mengenyam pendidikan dasar dan menengah. Namun bersamaan dengan itu, negara ini mengalami kesulitan dalam meningkatkan kualitas pengajaran dengan kecepatan yang sama. Kinerja pendidikan negara ini hanya berada di 10% terbawah pada tes PISA yang membandingkan data setara secara internasional.14 Di daerah-daerah kecil, khususnya, mungkin ada tantangan terkait dengan akses atau ketidakhadiran guru, dengan 10% guru yang terkadang tidak hadir di sekolah.

Meskipun AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan manusia sebagai guru, AI memiliki potensi signifikan untuk membantu guru dan murid:

Untuk guru, AI dapat membantu dalam pemberian nilai, perencanaan pelajaran, dan tugas administratif lainnya. Hal ini memberikan guru kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu secara langsung dengan murid-murid mereka. Dalam pemodelan kami, kami memperkirakan bahwa AI dapat membantu menghemat waktu sekitar 20% dari tugas mengajar.

Untuk siswa, platform pembelajaran dan tutor berbasis AI dapat membantu menyediakan pengajaran yang dipersonalisasi dan instruksi setiap saat. Hal ini dapat membuka jalan bagi 30 juta orang di Indonesia yang, kami perkirakan, saat ini tidak memiliki akses ke pendidikan menengah penuh untuk meningkatkan keterampilan mereka. Studi awal telah menunjukkan bahwa hal ini dapat menunjukkan efektivitas dalam lingkungan dunia nyata–misalnya, sebuah uji coba di Ghana menemukan bahwa tutor matematika berbasis AI mampu memberi setara dengan satu tahun pendidikan tambahan dengan biaya Rp 83.200 (US$5) per siswa. Di Indonesia, solusi serupa telah diujicobakan oleh perusahaan lokal seperti Sekolah.mu.

0 %

masyarakat Indonesia memberi tahu kami bahwa mereka tertarik mencoba tutor AI.

Gemini Academy

membantu guru membangun kepercayaan diri mereka dengan AI.

Pada bulan Oktober 2023, Indonesia menjadi negara pertama yang meluncurkan Gemini Academy, program pelatihan Google untuk guru yang dirancang untuk membangun literasi AI, mempromosikan penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab, serta menyediakan praktik langsung. Selama setahun terakhir, program ini telah melatih 186.000 guru di 35 provinsi, membekali mereka dengan keterampilan AI untuk meningkatkan pengalaman belajar.

  • 98% guru melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam penggunaan AI.
  • 99% menyatakan bahwa AI telah mengurangi beban kerja mereka, membuat perencanaan pelajaran lebih efisien.

Tarwiyatul Laila, seorang guru dari SMA Negeri 1 Pamekasan di Jawa Timur, berbagi pengalaman tentang bagaimana AI meningkatkan kreativitas di kelas, dengan menyatakan:

“Seni merangkai kata-kata dalam perintah AI adalah keterampilan yang mendorong kita untuk berpikir kritis dan kreatif.”

Sedangkan Junita Afni, seorang guru di Sumatera Utara, menyoroti dampak AI terhadap keterlibatan siswa:

“Dengan memahami AI, guru dapat meningkatkan efisiensi dan menciptakan kegiatan yang lebih menarik, yang pada akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa.”

Dengan adopsi guru yang kuat dan manfaat kelas yang nyata, Gemini Academy membuka jalan bagi pendidikan yang didukung AI di Indonesia, memberdayakan para pendidik untuk berinovasi dan menginspirasi siswa.